Karya Ilmiah
TESIS (5036) - Kepatuhan Syariah dalam Akad Musyarakah Mutanaqisah pada Perbankan Syariah
Perkembangan perbankan syariah di Indonesia semakin pesat seiring dengan meningkatnya kesadaran masyarakat akan pentingnya layanan keuangan yang sesuai dengan prinsip syariah. Salah satu produk perbankan syariah yang banyak digunakan adalah akad Musyarakah Mutanaqisah (MMQ), yaitu skema pembiayaan berbasis kerja sama kepemilikan yang memungkinkan bank dan nasabah memiliki aset secara bersama dengan porsi kepemilikan yang berkurang secara bertahap seiring dengan pembayaran nasabah. Namun, dalam implementasinya, masih terdapat beberapa permasalahan terkait kepatuhan akad terhadap prinsip syariah, khususnya dalam aspek transparansi biaya, kejelasan hak dan kewajiban, serta perlindungan nasabah dari potensi pelanggaran ketentuan syariah. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis sejauh mana akad MMQ di perbankan syariah telah sesuai dengan prinsip syariah serta bagaimana perlindungan hukum bagi nasabah jika terjadi ketidakpatuhan syariah dalam pelaksanaannya. Penelitian ini menggunakan metode yuridis normatif dengan pendekatan peraturan perundang-undangan dan studi kasus pada beberapa bank syariah di Indonesia. Hasil penelitian menunjukkan bahwa meskipun secara konsep akad MMQ telah sesuai dengan prinsip syariah, masih ditemukan beberapa tantangan dalam praktiknya, seperti perbedaan interpretasi terhadap regulasi, kurangnya transparansi dalam skema bagi hasil, serta keterbatasan pemahaman nasabah mengenai hak dan kewajiban dalam akad ini. Perlindungan hukum bagi nasabah dalam menghadapi ketidakpatuhan syariah dapat dilakukan melalui mekanisme pengaduan internal di bank, mediasi melalui Dewan Pengawas Syariah (DPS), penyelesaian sengketa di Badan Arbitrase Syariah Nasional (BASYARNAS), atau gugatan melalui Pengadilan Agama. Kesimpulan dari penelitian ini adalah bahwa penerapan akad MMQ pada perbankan syariah di Indonesia secara umum telah memenuhi prinsip syariah, tetapi masih memerlukan peningkatan dalam aspek transparansi dan pengawasan kepatuhan syariah. Oleh karena itu, diperlukan penguatan regulasi, peningkatan peran DPS, serta edukasi yang lebih luas kepada nasabah agar mereka memahami hak-haknya dalam akad MMQ.
231222020 | 5036 His k | Ruang Tesis | Tersedia |
Tidak tersedia versi lain